Ret akan
| Penulis | : | Saefulah |
| ISBN | : | |
| Berat | : | 260 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 21 cm/ 13 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 260 |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Di sebuah masa ketika pendidikan dan kehidupan sepenuhnya dikendalikan oleh algoritma, kesempurnaan bukan lagi cita-cita—melainkan standar yang diprogramkan. Setiap langkah dioptimalkan, setiap keputusan dihitung, dan setiap kesalahan dicegah sebelum sempat terjadi. Generasi baru tumbuh dalam sistem yang efisien, stabil, dan tanpa kejutan. Mereka tidak pernah tersesat, tidak pernah benar-benar gagal, dan tidak pernah dibiarkan meraba makna sendiri.
Tokoh utama adalah representasi keberhasilan sistem tersebut—grafiknya selalu hijau, performanya konsisten, dan identitasnya sepenuhnya terintegrasi dalam mekanisme yang rapi. Namun di balik stabilitas yang dipuji itu, ia merasakan sesuatu yang sunyi dan tak terdefinisi: ketiadaan denyut yang benar-benar hidup.
Segalanya berubah ketika ia melakukan tindakan sederhana namun berbahaya—menulis esai yang jujur. Bukan tulisan yang efisien, bukan respons yang terkalibrasi, melainkan suara yang lahir dari ruang yang tidak bisa diukur. Sejak saat itu, ia menjadi anomali. Statusnya berubah dari sempurna menjadi abu-abu—warna yang tidak diakui sistem.
Retakan adalah kisah tentang keberanian mempertanyakan kesempurnaan yang dibangun di atas ketakutan masa lalu. Ini bukan sekadar cerita tentang perlawanan terhadap teknologi, melainkan refleksi tentang makna menjadi manusia di tengah sistem yang berusaha menghilangkan ketidakpastian. Ketika segala sesuatu diatur agar selalu benar, apakah masih ada ruang untuk jujur? Dan ketika kesalahan dihapus dari proses belajar, apa yang sebenarnya hilang dari diri kita?
Melalui narasi yang tenang namun menggugat, Retakan mengajak pembaca menelusuri celah kecil dalam sistem yang tampak sempurna—sebuah retakan yang justru membuka kemungkinan untuk kembali menemukan kebebasan berpikir, kerentanan, dan kemanusiaan.

