Lelaki Yang Kukira Ayah
| Penulis | : | Saefulah |
| ISBN | : | |
| Berat | : | 260 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 21 cm/ 13 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 260 |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Pada usia empat tahun, seorang anak kehilangan ayahnya—tanpa benar-benar memahami arti kehilangan itu sendiri. Dalam kesedihan yang belum sempat diberi nama, ia berpindah tangan, berpindah rumah, dan berpindah makna tentang keluarga. Seorang lelaki hadir menggantikan figur ayah, memberi perlindungan, rutinitas, dan rasa aman—hingga kelak anak itu menyadari bahwa kelekatan tak selalu sejalan dengan kebenaran.
Lelaki yang Kukira Ayah adalah kisah tentang masa kanak-kanak yang tidak tumbuh di satu tempat, tentang kesetiaan yang lahir dari kebutuhan, dan tentang bagaimana seorang anak belajar patuh sebelum sempat bertanya. Di tengah rumah-rumah yang silih berganti, disiplin yang ketat, dan keputusan orang dewasa yang tak selalu bisa dijelaskan, sang narator menyusun pemahamannya sendiri tentang kehilangan, perlindungan, dan batas kasih.
Novel ini tidak menawarkan drama besar, melainkan potongan hidup yang disampaikan dengan tenang dan jujur. Ia menelusuri fase ketika seorang anak belajar menerima perpisahan, bahkan sebelum ia tahu bagaimana caranya memilih. Sebuah kisah awal tentang identitas yang dibentuk oleh diam, kepatuhan, dan keterpindahan.
Sebagai buku pertama dari sebuah trilogi, Lelaki yang Kukira Ayah membuka perjalanan panjang tentang bertahan, tumbuh, dan belajar hidup—dimulai dari satu kesalahpahaman yang paling manusiawi: mengira seseorang sebagai ayah, karena ia satu-satunya yang hadir.


